Materitentang karya seni rupa. Assalamu'alaikum Wr Wb. Warna dapat mengungkapkan gelap terang, suasana perasaan, jauh dekat dan sifat atau watak. Buku Lembar Kerja Siswa (LKS) "KRIYA" Seni & Budaya SMP kelas VII Semester Ganjil, Percetakan Tiga Utama. Sekian postingan saya kali ini mengenai bab Karya Seni Rupa. Semoga bermanfaat.
DownloadKisi-Kisi Penyusunan Soal UTS Mapel Seni Budaya Kelas 8 SMP-MTs Semester 1 K13 Tahun Pelajaran 2022-2023. Kisi-kisi UTS SMP Kelas 8 Semester 1 ialah suatu format ataupun matriks yang memuat kriteria tentang soal-soal yang hendak disusun. Kisi-kisi pula bisa diartikan sebagai deskripsi kompetensi serta materi yang hendak diujikan.
Ragamhias diartikan sebagai desain kreasi manusia yang berbentuk garis dan motif hias garis, tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia, khayalan, serta benda mati. Ragam hias di Indonesia memiliki makna simbolis karena mengandung nilai-nilai budaya pada masyarakat. Menggambar ragam hias dapat dilakukan dengan menyederhanakan bentuk objeknya.
5 Memberikan arsiran atau warna pada objek gambar sesuai karakter cerita. Baca juga: Menggambar Model (Seni Budaya Kelas VIII/1) Sumber: Seni Budaya Kelas VIII. Penerbit: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud
MateriSeni Budaya Kelas XI. Pengertian Apresiasi Seni Rupa Ditinjau dari sisi bahasa, apresiasi berasal dari kata Appreatiatus, bahasa Latin yang berarti pemberian rasa hormat. Ditinjau dari sisi istilah, apresiasi diartikan sebagai suatu proses mendengar, melihat, menghayati, menilai, menjiwai, dan membandingkan, atau menghargai sesuatu.
Prinsip- prinsip penggabungan unsur-unsur seni rupa. 1. Keseimbangan, merupakan suatu kesan dua unsur atau lebih ( garis, bidang, warna, dan bentuk ) yang ditata sehingga menjadi seimbang atau balance. Macam-macam keseimbangan. a. Keseimbangan simetris, yaitu keseimbangan yang berada di tengah pembagian yang sama. b.
5 Warna Warna primer (artinya warna utama) ditambah dengan putih dan hitam, adalah merah, kuning dan biru. Warna sekunder (artinya warna turunan kedua), warna-warna seperti hijau adalah bercampurnya dua warna primer di kedua sisinya yaitu kuning dan biru.
JtRsHL. - Segala benda umumnya memiliki warna, seperti lukisan, warna kayu, langit, sepatu, rambut, dan lainnya. Dilansir dari Buku Pengetahuan Dasar Seni Rupa 2020 karya Sofyan Salam dan teman-teman, dalam seni rupa, warna merupakan salah satu unsur penting yang memiliki peran dan juga 8 Jenis Desain Grafis dalam Seni Rupa Warna memiliki tiga peran yang lazim ditemukan dalam penerapannya, yaitu mewakili alam, sebagai simbol, dan warna mewakili dirinya. Berikut penjelasannya Warna mewakili alam Warna dapat berperan mewakili alam dalam seni rupa, terutama untuk menggambarkan objek alam. Penggambaran pohon misalnya akan tampak seperti senyatanya dengan pemberian warna hijau pada daunnya dan coklat pada batangnya. Demikian pula dengan penggambaran langit dengan warna biru, penggambaran matahari dengan warna merah atau jingga, dan juga Mengenal Prinsip Komposisi dalam Seni Rupa Warna sebagai simbol Warna dapat berperan sebagai simbol apabila digunakan untuk melambangkan sifat, keadaan , atau suasana tertentu. Contoh, peran warna sebagai simbol banyak digunakan pada bendera dan logo. Pada bendera kebangsaan Republik Indonesia merah-putih misalnya, warna merah digunakan untuk menyimbolkan sifat berani dan putih menyimbolkan keadaan suci. Beberapa jenis warna serta sifat, keadaan, atau suasana yang biasa disimbolkannya, yakni Merah Berani, semangat, gairah, cinta, marah, panas, menyala, riang, manis, dan berkobar-kobar Jingga Kekeringan, kebahagiaan, bercita-cita, riang, dan gembira. Kuning Mulia, keagungan, ketinggian martabat, luhur, mahal, bijaksana, riang, dan setia. Hijau Harapan, muda, tumbuh, subur, dan damai. Biru Setia, kebenaran, misteri, damai, simpatik, dingin, tenang, dan terpercaya. Nila Sedih, kematian, kebesaran, dan romantis. Ungu Misterius, dan berduka. Coklat Tabah, stabil, subur. Putih Suci, murni, sedih, pasaif, ringan, dan menyerah. Hitam Gelap, kematian, berat, menyerah, berkabung, dan kesungguhan. Warna mewakili dirinya Warna berperan mewakili dirinya sendiri bila dipergunakan sekadar menampilkan warna itu, tidak mewakili alam dan tidak untuk melambangkan sesuatu. Contoh penggunaan warna yang mewakili dirinya dapat dilihat pada berbagai jenis benda, misalnya, warna rumah, warna kendaraan, warna pakaian, dan lainnya. Baca juga 5 Unsur Dasar Seni Rupa Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Berbicara mengenai desain tentu tidak terlepas dari warna-warna yang mendasari di dalamnya. Nah, tahukah kamu teori warna atau color theory adalah salah satu pedoman yang digunakan oleh desainer dalam memilihnya? Dalam kehidupan sehari-hari, pasti kamu sering menemukan desain dengan warna yang cocok dan enak dipandang oleh mata. Namun, di sisi lain ada juga pemilihan warna desain yang tidak tepat dari sehingga mengakibatkan mata tidak nyaman. Lazimnya, seorang desainer menggunakan color theory supaya user dapat merasa nyaman dengan warna yang disajikan dari berbagai desain, entah itu logo, tampilan UI UX, dan lain-lain. Lalu, apa sih pengertian teori warna? Seberapa perlu kita menggunakannya dalam desain? Jangan khawatir, di bawah ini Glints telah merangkumnya untukmu. Apa Itu Teori Warna? © Dilansir dari Interaction Design Foundation, teori warna atau color theory adalah pedoman yang digunakan oleh desainer untuk menyampaikan pesan kepada pengguna melalui warna. Secara umum, warna memang bisa dilihat dari persepsi masing-masing orang. Ada yang menyukai warna tertentu atau bahkan tidak menyukainya. Namun, hal yang tidak disadari oleh entrepreneur adalah bahwa warna memiliki peran penting dalam membangun brand. Bahkan, menurut 99 Designs, orang-orang memutuskan apakah menyukai suatu produk atau tidak dalam waktu 90 detik atau kurang. Sebanyak 90% dari keputusan itu hanya didasarkan pada warna saja, bukan aspek yang lain. Dari sini, terlihat bahwa sebaiknya desainer grafis lebih peka dalam pemilihan warna dengan menggunakan teori warna. Kenapa Teori Warna Itu Penting? © Warna adalah salah satu komponen yang membuat sebuah benda, logo, atau desain tertentu menjadi lebih hidup. Menurut Design and Promote, warna menciptakan ide, mengekspresikan pesan, menumbuhkan minat, dan membangkitkan emosi dari user. Oleh karena itu, teori warna atau color theory adalah salah satu pedoman yang harus dipegang teguh oleh desainer. Selain itu, dilansir dari 99 Designs, teori warna juga memegang peran penting untuk kegiatan branding, marketing, bahkan penjualan. Sebab, melalui pengetahuan dasar tentang warna dan skema warna, kamu dapat membuat keputusan yang baik dalam membangun citra brand yang efektif, terutama melalui desain. Bayangkan saja jika kamu misalnya melakukan social media marketing di Instagram, tetapi warna yang disajikan di desain postingan bertabrakan dan tidak sesuai dengan teori warna. Otomatis, engagement-mu akan sulit naik karena pengunjung tidak tertarik dengan apa yang kamu sajikan. Teori Warna dan Color Wheel © Jika dilihat dari sejarah, Sir Isaac Newton menemukan roda warna pada tahun 1666. Dalam roda warna, dia mengkategorikan ke dalam tiga kelompok, yaitu primer, sekunder, dan tersier. 1. Primer Menurut Hubspot, warna primer adalah warna yang tidak bisa kamu buat dengan menggabungkan dua warna atau lebih secara bersamaan. Dengan kata lain, primer menjadi warna dasar. Contoh dari warna primer adalah merah, kuning, dan biru. 2. Sekunder Berbeda dengan primer, warna sekunder justru warna yang dihasilkan dari gabungan dua dari tiga warna primer di atas. Contoh dari warna sekunder merah + kuning oranye biru + merah ungu kuning + biru hijau 3. Tersier Warna tersier dinilai lebih rumit dari dua warna di atas. Sebab, ini merupakan campuran antara warna primer dan sekunder. Agar memahami warna ini dengan baik, kamu harus memahami semua komponen warna lainnya. Pasalnya, tidak semua warna primer dapat digabungkan dengan warna sekunder, dan begitu sebaliknya. Salah satu contoh dari warna tersier adalah merah + ungu magenta. Skema Warna © Nah, setelah membahas mengenai teori warna dan roda warna, kini saatnya kita berlanjut ke pembahasan skema warna. Pada dasarnya, desainer mengembangkan skema warna melalui roda warna untuk materi pemasaran. Dilansir dari Usability Geek, skema warna dibagi menjadi beberapa kategori 1. Monokrom Secara umum, skema monokromatik menggunakan variasi rona yang sama. Skema ini sangat sederhana dan dapat menghasilkan tampilan yang sangat elegan. 2. Analog Analog menggunakan perpaduan antara warna primer dan juga sekunder. Skema ini dinilai sangat menenangkan dan nyaman untuk digunakan. Bagi bisnis, skema analog tidak hanya enak dipandang, tetapi juga dapat mengajak konsumen untuk mengambil tindakan, seperti membeli produk atau layanan. Secara tidak langsung, di sini juga merupakan perananan penting dari teori warna melalui skema warna. 3. Complementary Skema ini menggunakan warna yang berlawanan pada roda warna, seperti merah dan hijau. Biasanya, dalam skema ini akan terlihat kontras yang kuat sehingga sangat terlihat. 4. Triadic Skema ini dibuat dengan menggunakan tiga warna yang disebar secara merata di seluruh roda warna. Warna-warnanya kemungkinan tidak cerah, tetapi skema dapat mempertahankan kontras yang tinggi. Demikian penjelasan mengenai teori warna beserta serba-serbi di dalamnya. Semoga setelah membaca ini kamu jadi semakin memperhatikan warna yang diberikan untuk branding, ya! Selain informasi di atas, masih ada banyak, lho, informasi menarik lainnya yang bisa kamu dapatkan dari Glints. Jika ingin mendapatkannya, kamu tinggal berlangganan newsletter blog Glints secara gratis dari sekarang juga. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera sign up dan dapatkan informasi menarik lainnya! What is Color Theory? The fundamentals of understanding color theory Color Theory The Importance of Color in Web Design The Designer's Guide to Color Theory, Color Wheels, and Color Schemes Colour Theory An Introduction
Materi kelas X, KD Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa Unsur-unsur visual senirupa merupakan beberapa unsur utama yang mendasari terciptanya sebuah karya senirupa. Misalnya kita akan membuat suatu lukisan, maka langkah pertama pasti kita memulainya dengan membuat sebuah titik, kemudian kita lanjutkan terus samapai akhirnya terciptalah sebuah lukisan yang indah dan mengesankan. Berikut adalah beberapa unsur visual senirupa yang harus kita ketahui agar karya-karya kita menjadi indah dan menarik 1. Titik Titik adalah unsur visual senirupa yang relatif kecil dan bagian pinggirnya berbentuk tidak beraturan menyerupai noda kotoran sehingga titik ini biasa disebut juga dengan istilah “Noktah”. Hanya dengan menggunakan unsur “titik” saja kita sudah bisa menghasilkan sebuah karya yang bagus. 2. Garis Garis adalah semua torehan benda yang dilakukan pada bidang taferil nyata yang menghasilkan suatu goresan kasat mata dapat dilihat. Menurut wujudnya garis dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu Garis Linier Garis nyata Garis nyata merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan tangan manusia yang dapat kita lihat denga mata. Garis linier diantaranya sebagai berikut Garis Geometrik, yaitu garis yang dibuat goresan tangan manusia dengan menggunakan alat bantu, seperti penggaris, jangka, atau sejenisnya yang menggambarkan sifat tepat, jelas, dan pasti. Garis kalianimasi, yaitu garis yang dibuat dengan goresan tangan manusia tanpa menggunakan alat bantu yang sifatnya spontan, bebas, berkombinasi, dan berkarakter mandiri atau pribadi. Garis Imajiner Garis semu Garis semu merupakan garis yang timbul dari kesan yang kita tangkap. Garis yang secara nyata sebenarnya dilihat tidak ada, namun kehadirannya atau keberadaannya bisa dirasakan dengan perasaan hati. Garis semu diantaranya sebagai berikut Garis Struktural, yaitu garis yang timbul karena adanya kesan garis yang kita tangkap dari batasan antara bentuk dengan ruang, antara bidang dengan bidang lain, atau pemisahan antara warna. Garis Pengikat, yaitu garis yang timbul karena adanya kesan garis yang kita tangkap antar alur perpindahan suatu masa dari unsur satu ke unsur yang lain. Garis ini bisa kita ditangkap melalui perasaan dalam hati yang terjadi adanya gerakan atau pengulangan gerak yang cepat suatu obyek. Loncatan katak seakan ada garis pengikat. Dilihat dari aspek teratur dan tidaknya, garis dapat dibagi menjadi dua sebagai berikut Garis teratur, Yaitu garis yang terbentuk dengan pengulangan yang teratur. Contoh Garis tidak teratur, Yaitu garis yang terbentuk dengan pengulangan yang tidak teratur. Contoh Selain itu garis juga dapat dibedakan berdasarkan kuat dan tidaknya tekanan yang mana setiap garis dengan tekanan yang berbeda maka akan memiliki sifat yang berbeda pula. Berikut adalah macam-macam bentuk garis dan sifatnya dilihat berdasarkan kuat dan tidaknya tekanan 3. Bidang Bidang adalah unsur visual senirupa yang tersusun dari beberapa garis yang semua ujungnya saling berhubungan. Bidang ini hanya memiliki ukuran keluasan Panjang X Lebar saja. Berikut adalah contoh bidang dasar 2 dimensi 4. Bentuk Bentuk adalah unsur visual senirupa yang tersusun dari beberapa bidang yang saling menyatu sehingga menghasilkan wujud 3 dimensi. Berikut adalah contoh bentuk dasar 3 dimensi Berdasarkan keberadaannya, bentuk ada dua macam, diantaranya Bentuk figuratif, yaitu bentuk nyata yang sesuai dengan keadaan aslinya. Contoh Patung berbentuk kucing. Bentuk non figuratif, yaitu bentuk tidak nyata yang tidak sesuai dengan keadaan aslinya. Contoh Patung berbentuk abstrak. Berdasarkan susunannya, bentuk ada dua macam, diantaranya Bentuk geometris, yaitu bentuk yang dibuat secara beraturan atau bentuk objek yang dibuat dengan mempergunakan bentuk dasar yang beraturan. Contoh Bentuk kubus Bentuk beraturan. Bentuk Rumah Bentuk objek dengan mempergunakan bentuk dasar beraturan seperti rumah yang terbuat dari bentuk kubus dan prisma. Bentuk non geometris, yaitu bentuk yang dibuat secara tidak beraturan. Contoh Bentuk pohon, bentuk bunga. 5. Tekstur Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan. Tekstur ada dua macam, yaitu Tekstur nyata Yaitu tekstur suatu permukaan yang mana antara dilihat dan diraba terlihat dan terasa sama. Contoh Batu teksturnya kasar, Kaca teksturnya halus. Tekstur semu Yaitu tekstur suatu permukaan yang mana antara dilihat dan diraba terlihat dan terasa tidak sama. Tekstur semacam ini hanya memberi kesan imajinatif pada perasaan. Contoh Lukisan kaca dengan objek sebuah batu teksturnya bila dilihat terasa kasar sesuai karakter batu, tetapi bila diraba terasa halus seperti karakter lukisan di atas kaca. 6. Volume/ruang Volume/ruang adalah unsur visual senirupa yang menunjukkan kesan keluasan, kedalaman, cekungan, jauh dan dekat. Volume/ruang ini dapat digolongkan menjadi dua, yaitu Volume/ruang nyata, misalnya ruangan pada kamar, ruangan pada toples, dll. Volume/ruang semu imajinatif, misalnya ruangan yang terkesan dari sebuah lukisan, gambar, mural, grafity, dll. 7. Warna Dalam seni rupa, warna berarti pantulan sinar cahaya yang berasal dari suatu benda dan dipengaruhi oleh pigmen butiran halus pada warna yang terdapat pada permukaan benda. Lihat artikel saya yang membahas tentang warna disini Berikut adalah macam-macam jenis warna Warna primer, yaitu warna dasar atau warna pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain. Contoh Merah, Kuning, dan Biru Warna skunder, yaitu warna yang diperoleh dari campuran antara dua warna primer yang seimbang. Contoh - Ungu , Merah + Biru - Orange/Jingga , Merah + Kuning - Hijau , Biru + Kuning. Warna tersier, yaitu warna hasil pencampuran antara 1 warna primer dan 1 warna skunder. Contoh Warna Merah + Orange = Orange kemerahan Warna analogus, yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna. Misalnya deretan dari warna Ungu menuju warna Merah, deretan warna Hijau menuju warna Kuning, dll Warna komplementer, yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna. Misalnya Kuning dengan Ungu, Merah dengan Hijau, Orange dengan Biru, dll. Berikut adalah Lingkaran warna Berikut adalah arti warna secara umum dalam dunia senirupa Putih berarti suci, bersih, keagungan. Hitam berarti berkabung, kematian, resmi. Merah berarti berani, bergelora, jiwa muda, marah. Biru berarti tenang, damai, percintaan. Kuning berarti kemegahan, keangkuhan. Hijau berarti kehidupan, kesejukan, kenyamanan, keasrian. Oranye berarti kemandirian, cinta kasih. Lihat artikel saya yang membahas tentang "Arti Warna Dalam Ilmu Tata Ruang Cina atau Fengshui" disini
Ini adalah beberapa hasil karya siswa kelas XI di sekolah saya, ini dibuat dalam rangka menyelesaikan tugas pada materi dasar-dasar senirupa tentang materi warna, tugas ini mereka buat pada kertas gambar ukuran A3 dengan 5 macam pembagian bidang sebagai berikut Bidang pertama kotak / kiri atas susunan warna primer - bidang dibagi dengan komposisi perpotongan garis lurus Bidang kedua kotak / kanan atas susunan warna sekunder - bidang dibagi dengan komposisi perpotongan garis lengkung tak beraturan Bidang ketiga lingkaran / tengah susunan warna tersier - bidang dibagi dengan komposisi perpotongan garis lengkung beraturan Bidang keempat kotak / kiri bawah susunan warna analogus - bidang dibagi dengan komposisi garis lengkung Bidang kelima kotak / kanan bawah susunan intensitas warna - bidang dibagi dengan komposisi garis lurus Notes untuk mengetahui lebih jauh tentang warna silahkan baca di halaman tentang warna dan kombinasi warna. Tugas ini mereka selesaikan dengan menggunakan pewarna cat tembok warna putih ukuran dicampur dengan pigmen warna, ini bertujuan supaya mereka bisa belajar dari awal tentang proses pembuatan tentang bagaimana suatu warna itu diciptakan. Silahkan bila anda ingin menjadikan karya-karya ini sebagai referensi belajar anda, selamat belajar dan semoga sukses, bila ada yang ingin ditanyakan silahkan buatlah komentar di bawah postingan ini. Tutu Kurniawati XI IPA 2 TP. 2014-2015 Nurul Hidayah XI IPA 2 TP. 2014-2015 Nora Lovy IPA 2 TP. 2014-2015 Noffi Hafidah S. XI IPA 2 TP. 2014-2015
Unsur-unsur seni rupa a. Garis 1 Garis nyata; garis yang secara fisik atau kasat mata jelas berujud garis, seperti garis lurus, lengkung, dsb. 2 Garis tidak nyata imajinatif, secara kasat mata tidak berujud sebagai garis, akan tetapi dapat ditangkap sebagai kesan, misalnya batas bidang, bentuk atau warna. nyata dan garis imajinatif b. Bidang Merupakan ubahan dari garis dan dapat berupa bidang geometris beraturan atau non geometris tidak beraturan Gbr. Bidang c. Ruang Ruang merupakan ubahan dari bidang dua dimensi menjadi bangun ruang tiga dimensi, baik geometris beraturan maupun non geometris tidak beraturan d. Tekstur Tekstur adalah halus atau kasarnya permukaan bidang atau benda e. Gelap-terang Unsur gelap-terang disebabkan adanya cahaya yang mengenai objek atau benda, hal ini pun akan memberi efek tiga dimensi atau ruang yang semakin menonjol. f. Warna Warna sebagai unsur visual yang berkaitan dengan bahan yang mendukung keberadaannya ditentukan oleh jenis pigmennya. Kesan yang diterima oleh mata lebih ditentukan oleh cahaya. Hal yang sangat mendasar dari warna adalah Hue spektrum warna, Saturation nilai kepekatan dan Lightness nilai cahaya dari gelap ke terang. Ketiga unsur tersebut memiliki nilai dari 0 hingga 100. Disamping itu warna pun merupakan unsur yang memikat dan memberikan efek tertentu seperti riang, sedih, suram dsb. 1. Teori warna Newton Warna adalah cahaya yang terurai melalui prisma, sehingga menghsailkan spektrum warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu Warna Newton 2. Teori warna Brewster Warna Brewster a Pengelompokan Warna • Warna Primer warna pokok yang terdiri dari merah, kuning dan biru • Warna Sekunder warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer, yaitu hijau merupakan campuran kuning dengan biru; ungu campuran merah dengan biru; dan jingga dari campuran merah dengan kuning. • Warna Tersier dihasilkan dari pencampuran warna primer dan sekunder, contoh ungu dengan merah menghasilkan warna ungu kemerahan; hijau dengan kuning menghasilkan warna hijau kekuningan dst. b Perpaduan Warna • Warna Komplemeter; perpaduan warna kontras yang dihasilkan dari perpaduan dua warna yang berseberangan di dalam lingkaran warna, seperti ungu dengan kunig; hijau dengan merah; biru dengan jingga. • Warna Analogus; perpaduan warna harmonis yaitu perpaduan dari dua warna yang berdampingan dalam lingkaran warna, seperti hijau dengan hijau kekuningan, hijau kekuningan dengan kuning dst. c Penggunaan Warna • Harmonis;penggunaan warna secara objektif, seperti hijau untuk daun, biru untuk langit, dll. • Heraldis/Simbolis; penggunaan warna berkaitan dengan perlambangan, misalnya merah untuk berani atau putih untuk suci. • Murni; penggunaan warna tidak dikaitkan dengan objek atau perlambangan tertentu,misalnya pagar dicat putih. 4. Komposisi Komposisi adalah pengorganisasian unsur-unsur rupa yang disusun dalam karya secara harmonis antara bagian, maupun antara bagian dengan keseluruhan. Untuk menghasilkan komposisi yang baik harus mengikuti kaidah atau prinsip-prinsip komposisi yang meliputi a. Kesatuan unity Kesatuan merupakan salah satu prinsip komposisi yang menekankan pada keselarasan dari unsur-unsur yang disusun, baik dalam wujudnya maupun ide yang melandasinya. b. Keseimbangan balance Keseimbangan merupakan prinsip dalam komposisi yang berusaha menghindari kesan berat sebelah. Keseimbangan dibagi menjadi • Keseimbangan simetris dan asimetris • Keseimbangan memusat dan meyebar Cara mencapai keseimbangan • Keseimbangan bentuk dan ukuran • Keseimbangan warna • Keseimbangan tekstur c. Irama rhythm Irama atau ritme adalah penyusunan unsur-unsur dengan mengikuti suatu pola tertentu secara teratur untuk mendapatkan kesan yang menarik. Polanya dapat dilakukan dengan melakukan pengulangan maupun pergantian secara teratur. d. Kontras Kontras dibentuk dengan mengatur unsur-unsur yang bertentangan secara tegas tetapi tidak berlebihan sehingga tercapai kesan yang tidak monoton. e. Fokus Fokus atau pusat perhatian biasanya digunakan untuk menunjukkan bagian yang dianggap penting dan diharapkan menjadi pusat perhatian utama dalam karya. 5. Pengelompokan Seni Rupa a. Seni rupa dibedakan menurut fungsi dan tujuannya 1 Seni rupa murni fine arts/pure arts; yaitu cabang seni rupa yang dibuat semata-mata untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Jenis seni rupa ini lebih bertujuan estetis dan ekspresi si pembuatnya, sehingga baik si pencipta maupun yang menikmati tebih merasakan fungsi pemenuhan kebutuhan psikis batin. Termasuk kedalam kelompok ini adalah seni lukis, seni patung, seni grafis dll. 2 Seni Rupa terapan applied arts/useful arts; yaitu cabang seni rupa yang dibuat untuk dinikmati nilai kegunaanya. Karya seni rupa ini lebih mengutamakan nilai praktis atau pakai, tetapi tidak mengabaikan nilai estetis. Contoh karya seni rupa terapan diantaranya seni reklame, seni ilustrasi, seni arsitertur, seni dekorasi, seni kriya dll. b. Seni rupa dibedakan berdasarkan bentuk 1 Seni rupa 2 dimensi dwimatra; karya seni rupa berupa bidang datar dan hanya bisa dinikmati dari satu arah pandangan saja dari depan; seperti lukisan, relief, gambar, grafis dll. 2 Seni rupa 3 dimensi trimatra; karya seni rupa yang disamping memiliki ukuran panjang dan lebar juga tinggi, sehingga dapat dilihat/dinikmati dari beberapa arah, seperti patung, dekorasi, kerajinan dll.
materi seni budaya tentang warna